Ramah Lingkungan

Kamis, 15 September 2011

Perkembangan BBM Ramah Lingkungan di Indonesia

AYO KURANGI RACUN "CARBON" DI JALAN - JALAN

Di Universitas Kyushu ada Kuliah NCRS G-COE "Jalan Rendah Carbon Berkelanjutan" Tanggal: March 2 (Sel) 2010 13:30-15:00
Tempat: C-CUBE 301/303 (Cikushi kampus, Kyushu University)
Dosen: Prof Makoto Misonou
Badan Sains dan Teknologi Jepang
Profesor emeritus di University Tokyo

Dan Kuliah Bestmix Energi 'yang disponsori oleh GCOE
Tanggal: 27 Feb (Sab), 2010 13:00 ~
Tempat: Ruang Konferensi Besar / 7F, ACROS Fukuoka

Mungkinkah ini kita terapkan di Indonesia ? Bagaimana pemerintah mempeloporinya?

JALAN RENDAH CARBON

Sebagai pengguna jalan dengan mengendarai kendaraan bermotor, tentulah selama itu kita menyemburkan emisi gas buang ke udara sepanjang jalan itu, termasuk carbon. Mungkinkah kita mengurangi emisi gas buang tersebut? Untuk itu mari kita coba untuk mencermati seputar informasi tentang hal tersebut. Beberapa cara untuk mengurangi emisi gas buang adalah :
1. Memakai kendaraan berbahan bakar non fosil (hidrogen, motor listrik)
2. Memakai kendaraan dengan tenaga manusia (sepeda, becak) dengan jarak terbatas
3. Memakai kendaraan berbahan bakar renewalbe (bioenergi : biofuel, biogas)
4. Memakai kendaraan berbahan bakar rendah carbon (Bestmix Energy)

BESTMIX ENERGY

Bila penggunakan BBM bersubsidi (premium) untuk motor dilarang oleh pemerintah ini langsung mendapat kecaman masyarakat pemakai sepeda motor, tentu dengan berbagai alasan:
1. BBM pengganti (pertamax dan pertamax plus) lebih mahal
2. Pengguna sepeda motor dari kalangan menengah ke bawah
3. Tidak diketahui keuntungan lebih menggunakan pertamax/pertamax plus

Alasan 1 dan 2 akan lebih mudah didekati secara ekonomis. Pendekatan untuk alasan 3 diantaranya dengan sosialisasi keuntungan/keunggulan menggunakan bahan bakar Pertamax atau Pertamax Plus.

Keunggulan Pertamax dan Pertamax Plus

Pertamax adalah bahan bakar minyak andalan Pertamina yang ditujukan untuk kendaraan high end. Pertamax diluncurkan dari tahun 1999 untuk menggantikan Premix 98. Alasan penggantian Premix karena mengandung unsur MTBE yang berbahaya bagi lingkungan. (Wikipedia)

Pertamax adalah gasoline motor Non Timbal dengan keunggulan:
1. Kandungan aditif lengkap generasi Mutakhir (generasi 5), dengan sifat detergency yang Membersihkan Intake Valve Port Fuel Injector, karburator, dan Ruang Bakar dari deposit Carbon, untuk menjaga kinerja mesin tetap optimal
2. Mempunyai nilai oktan/Research Octane Number*) (RON) 92 dengan stabilitas oksidasi yang tinggi dianjurkan untuk kendaraan bensin dengan perbandingan kompresi tinggi.
3. Pembakaran pada mesin lebih sempurna karena kandungan olefin, aromatic dan benze-nya lebih rendah dari premium.
4. Tanpa campuran timbal (unleaded) sehingga gas buangnya tidak mengandung timah hitam maka pertamax lebih ramah lingkungan.**)
5. Umur pakai mesin lebih awet dan performa lebih baik,***)
6. Membantu pemerintah untuk mengurangi anggaran subsidi BBM karena memakai bahan bakar non subsidi.

*) Nilai Research Octane Number (RON), untuk bahan bakar :
1. Jenis Premium dengan RON 88
2. Pertamax dengan RON 92
3. Pertamax Plus RON 96
4. Pertamax Racing RON 100 untuk kendaraan balap
RON = Research Octane Number adalah sebuah nilai yang digunakan untuk mengukur
ketahanan mesin motor bahan bakar bensin terhadap Knocking/efek mesin ngelitik,
makin tinggi RON mesin makin berkurang efek ngelitiknya.

**)Timbal digunakan untuk menaikkan nilai oktan bensin sejak
awal abad ini. Namun akhirnya diketahui bahwa timbal sangat berbahaya bagi
kesehatan, yaitu bersifat carcinogenic (pemicu kanker) dan juga menghambat
perkembangan intelijensi (IQ) anak-anak. Mengingat dampak negatif tersebut maka
dikembangkan bensin non timbal namun beroktan tinggi sejak awal 1970-an.
Kemudian Pertamina mengganti bensin bertimbal (premium dan premix) pada akhir
tahun 2001 secara bertahap dan berakhir pada tahun 2003.
Bensin non-timbal yang sering disebut sebagai bensin ramah lingkungan sebenarnya
belum bebas dari dampak terhadap lingkungan. Bensin non-timbal terdapat zat
aromatics yang masih bersifat carcinogenic! Namun zat-zat aromatics ini bisa
dinetralisir oleh Catalytic Converter (Cat).
Kesimpulannya, jika kendaraan tidak dilengkapi cat, maka gas buang dari
kendaraan masih bersifat carcinogenic, namun tidak berpengaruh terhadap
perkembangan IQ anak-anak.

**)Untuk mesin sepeda motor dengan spesifikasi bahan bakar
Pertamax bila dipaksa menggunakan Premium maka akan berpengaruh pada menurunnya
performa dan umur pakai mesin. Sebaliknya mesin sepeda motor dengan spesifikasi
bahan bakar Premium bila menggunakan Pertamax, performa mesin meningkat,
akselerasi tarikan lebih responsif. Pembakaran lebih sempurna karena nilai oktan
pertamax lebih tinggi sehingga pembakaran lebih bersih, kinerja mesin meningkat,
dan busi tidak cepat ganti.

Dengan keunggulan tersebut Pertamax merupakan bahan bakar ramah lingkungan(unleaded) beroktan tinggi sebagai hasil penyempurnaan produk Pertamina sebelumnya. Pada formula barunya terbuat dari bahan baku berkualtas tinggi memastikan mesin kendaraan bermotor anda bekerja dengan lebih baik, lebih bertenaga, “knock free”, rendah emisi, dan memungkinkan anda menghemat pemakaian bahan bakar.

Pertamax ditujukan untuk kendaraan yang mempersyaratkan penggunaan bahan bakar beroktan tinggi dan tanpa timbal (unleaded). Pertamax juga direkomendasikan untuk kendaraan yang diproduksi diatas tahun 1990 terutama yang telah menggunakan teknologi setara dengan electronic fuel injection dan catalytic converters. Bagi pengguna kendaraan yang diproduksi dibawah tahun 1990 tetapi menginginkan peningkatan kinerja mesin kendaraannya juga dapat mempergunakan produk ini.

Sumber : Pertamina dan diolah dari berbagai sumber.

http://azwaramril.blogspot.com
http://levamentum.wordpress.com

KEBIJAKAN ENERGI DI INDONESIA

Ketergantungan Indonesia pada bahan bakar fosil masih tinggi. Belum ada kebijakan yang mengindikasikan langkah pemerintah untuk mencapai target dari Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 tahun 2006 tentang kebijakan energi nasional, yang menyatakan bahwa di tahun 2025 kebutuhan energi di indonesia akan dipenuhi sebagai berikut :
1. Minyak bumi sebesar kurang dari 20%.
2. Gas bumi sebesar lebih dari 30%.
3. Batubara sebesar lebih dari 33%.
4. Biofuel sebesar lebih dari 5%.
5. Panas bumi sebesar lebih dari 5%
6. Energi baru dan terbarukan lain khususnya, Biomasa, Nuklir, Tenaga Air Skala Kecil, Tenaga Surya dan Tenaga Angin sebesar lebih dari 5%.
7. Bahan Bakar lain yang berasal dari pencairan batubara sebesar lebih dari 2%.

Sumber :
http://teknikberbicara.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar